Rabu, 08 Oktober 2008

Advertising Management

Advertising Strategy

  1. Account Handling : Meiling

Position : Account Executive

Role and Responsibilities :

1. Developed from merely taking instructions from the client to advising the client company on the ways in which a product can be branded and positioned in the market place.

2. Contact all clients to establish the board requirements of the client and to ensure that the various internal departments are brief to come up with a solution.

  1. Creative Department : Devi Halim

Position : Creative Director

Role and Responsibilities :

To communicate what the message of the brand to the public so that the audience can understand with what the brand want to say with the creative ways like picture, music, or copy writing.

  1. Media Department : Rinda Permata Sari

Position : Media Planner

Role and Responsibilities :

Researching, planning and buying space and air-time also make a schedule when the advertisement spread and choose the media that want to use.

  1. Production Department : Sella

Position : Production Manager

Role and Responsibilities :

Ensure that the advertisement and commercial are ready to appear on the right page, on the right day, or in the right slot at the right time in the day’s viewing.

  1. Research Department : Rinda Permata Sari

Position : Research Manager

Role and Responsibilities :

Make a report that used to know how far that the target audience aware and interest with the brand.

Campaign Strategy

Product: Shoes Brand : Cross

Promotional Mix :

Ø Advertising: Advertising can reach many people. So, we can reach our target audience by using advertising.

Ø Sales promotion: People almost like gift. So, we serve them by giving gift if they buy our product.

Ø Public Relation: the activity that we will do to support our launching is making an article about “Good shoes for using”. An make a press conference to tell details about our product.

By giving the fact in PR way, public will know more about good shoes, and our product.

Budget :

Sales promotion

Gifts (Rp 25.000 x 1000) = Rp 25.000.000

Member card (Rp 15.000 x 1000) = Rp 15.000.000

Rp 40.000.000

Media advertising

TV Commercial (Rp 15.000.000 x 10 x 8 x 2) = Rp 2.400.000.000

Magazine (Rp 6.000.000 x 24 x 4) = Rp 576.000.000

Rp 2.976.000.000


Public Relations

Place Rp 15.000.000

Lunch (Rp 50.000 x 20) = Rp 1.000.000

Transportation Rp 3.000.000

Print material Rp 7.500.000

Rp 26.500.000

Total Rp 3.042.500.000

Our product is only selling at our shop at some mall in Jakarta, Bandung, and Surabaya. If the customer buys at our shop, they can get gift or discount for first two weeks and for 100 customers only.

We choose this way because we want give our customer the best serving when they go to buy the product. If we sell it on retailer or wholesaler, we can not guarantee they are taking best service.

Advertising Strategy :

Target Audience

Sex : Female

Age : 18 – 25 years old

SES : B, B+, A

Education : University

Occupation : Career woman, College Student, Housewife.

Residence : Jakarta, Bandung, Surabaya

Advertising objective

- Launching our new product

- Gain public awareness & Interest

Creative Strategy


Physical : By using these shoes, you will look fashionable and comfort, because it doesn’t harm your foot.

Emotional : You can be more confident and feel like princes.

Rational : Our shoes are made by smooth material which exported from Paris. All the best is only for our customer’s foot.

Media Selection

Primary media = Magazine and tabloid

We choose magazine and tabloid because we want customer can see the details of our product. And they can see the different than the other product.

Secondary media= TVC

We choose TVC because it can reach a lot of people.

Media Schedule

































From our analysis, we believe that our strategy can gain awareness and interest of our target audience.

Our Advertising agency is a Full Service Advertising Agency.

Because we can get the specific data like what we want and also have a continuity until the finishing step.

3 Advantage using Celebrity:

- Fans of that celebrity has more chance for buy and use our product

- The Celebrity can help us to make an image

- Public can accept our product promotion better.

3 Disadvantage using Celebrity:

- Use Celebrity means spent much money

- Hard to suitable schedule for road show

Our advertising agency is full service, so we do not need any other type of advertising agency because all of what we need already include on it.


One Princess at her kingdom use blue dress. Long of Dress that the princess uses is only to knee. So, our shoe can look up. And there is a sparkling effect to give a glamour effect.


Scene 1 : A girl at her bad room

Scene 2 : That girl fined a box like treasure box, and she get the shoe.

Scene 3 : When she wearing that shoe, she become a princess

Scene 4 : The other girl at her office, look bad mood, and stress.

Scene 5 : Her ballpoint go down, when she want to get it up, she look box in gold

Scene 6 : She opens that box, and wears that shoe.

Scene 7 : Her office change to be a kingdom.

Scene 8 : 1st girl and 2nd girl meet and they say together.. “Cross is the right shoes for u and come to us and be a princess.”

10 stages to producing Television Commercial advertising:

1. Feasibility study

2. Initial approval

3. Appointment and role of the producer and the production assistant

4. Choosing the director, and detail costing

5. Detailed planning

6. Filming

7. Post - production editing

8. Approval

9. Repeat Showing

10. Despatch of commercial for transmission

Above The Line Media


Television : Rp 4.500.000.000

We choose television as a primary media because television can visualisation how strong that our shoes product and that can explain that our shoes product can make someone who wear that become more confidence also television can reach a huge of our target audience.


Magazine and tabloid : Rp 150.000.000

We choose magazine and tabloid because our target audience are young female. We believe that the young female very like to read any magazine and tabloid to look the up date fashion.

Radio : Rp 75.000.000

The young female really like to hear the radio and also the research from the scientist said that the people can do all things that they hear. Because of that, we are really believed that our target audience can remember our product.

Below The Line Media

Billboard : Rp 25.000.000

We choose billboard as our below the line media because billboard placed in the strategic place so our target audience can look many times even if they pass the same way.

Sosiologi - Tipe- Tipe Lembaga Masyarakat

Tipe- tipe lembaga masyarakat :

  1. Crescive institutions dan enacted institutions merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Cresive institutions yang juga disebut lembaga- lembaga paling primer merupakan lembaga- lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contohnya ialah hak milik, perkawinan, agama, dst. Enacted institutions dengan sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya lembaga utang- piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga- lembaga pendidikan, yang semuanya berakar pada kebiasaan- kebiasaan dalam masyarakat. Pengalaman melaksanakan kebiasaan- kebiasaan tersebut kemudian disistematisasi dan diatur untuk kemudian dituangkan kedalam lembaga- lembaga yang disahkan oleh negara.
  2. Dari sistem nilai- nilai yang diterima masyarakat, timbul klasifikasi atas basic institutions dan subsidiary institutios. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Dalam masyarakat indonesia, misalnya keluarga, sekolah- sekolah, negara, dan lain sebagainya dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya ialah subsidiary institutions yang dianggap kurang penting seperti misalnya kegiatan- kegiatan untuk rekreasi. Ukuran yang dipakai untuk menentukan suatu lembaga kemasyarakatan dianggap sebagai basic institutions atau subsidiary institutions berbeda di masing- masing masyarakat. Ukuran- ukuran tersebut juga tergantung dari masa hidup masyarakat tadi berlangsung. Misalnya sirkus pada zaman Romawi dan Yunani kuno dianggap sebagai basic institutions; pada dewasa ini kiranya tak akan dijumpai suatu masyarakat yang masih mempunyai keyakinan demikian.
  3. Dari sudut penerimaan masyarakat dapat dibedakan approved atau social sanctioned institutions dengan unsanctioned institutions. Approved atau social sanctioned institutions merupakan lembaga- lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dll. Sebaliknya adalan unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat, walau kadang- kadang masyarakat tidak berhasil memberantasnya. Misalnya kelompok penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya.
  4. Perbedaan antara general institutions dengan restricted institutions timbul apabila klasifikasi tersebut didasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya agama merupakan suatu general institutions, karena dikenal oleh hampir semua masyarakat dunia. Sementara itu, agama Islam, Protestan, Katolik, Buddha, dll merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakat- masyarakat tertentu di dunia ini.
  5. Berdasarkan fungsinya, terdapat perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Operative institutions berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola- pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misalnya lembaga industrialisasi. Regulative institutions, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri. Suatu contoh ialah lembaga- lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan, dan sebagainya.

Klasifikasi tipe- tipe lembaga kemasyarakatan tersebut menunjukkan bahwa di dalam setiap masyarakat akan dijumpai bermacam- macam lembaga kemasyarakatan. Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai yang menentukan lembaga kemasyarakatan yang dianggap sebagai pusat dan kemudian dianggap berada di atas lembaga- lembaga kemasyarakatan lainnya. Pada masyarakat totaliter, umpamanya, negara dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan pokok yang membawahi lembaga- lembaga lainnya seperti keluarga, hak milik, perusahaan, sekolah, dan lain sebagainya. Akan tetapi, pada setiap masyarakat paling tidak akan dapat dijumpai pola- pola yang mengatur hubungan antara lembaga- lembaga kemasyarakatan tersebut. Sistem pola hubungan- hubunga tersebut lazimnya disebut institutional-configuration. Sistem tadi, dalam masyarakat yang masih homogen dan tradisional, mempunyai kecenderungan bersifat statis dan tetap. Lain halnya dengan masyarakat yang sudah kompleks dan terbuka bagi terjadinya perubahan- perubahan sosial kebudayaan, sistem tersebut sering kali mengalami kegoncangan- kegoncangan. Karena dengan masuknya hal- hal baru, masyarakat biasanya juga mempunyai anggapan- anggapan baru tentang norma- norma yang berkisar pada kebutuhan pokoknya.

General English - Television Big Effect

Television Big Effect

Now days, television become one of so many factors that can influence the people behaviour. It can be like that because people always choose use their rest time to watch television than do something else. That reason makes television take big effect for the people now. The effect can be positive also negative. The effects are television make people less active, make people more violent, give people broader window on the world, and reduce stress.

The first effect is television makes people less active. We just take sit when we watch the television without do something else that can make our brain and our body work and move on. It can make our mental and also our physical unhealthy. The example is when we watch the sport program; we just see the people move their body and do not do what the people on television do. It can make our mental laziness also our physical because we not do something with our body and brain.

The second effect is making people more violent. As we know, television always gives news and film with violence as a priority. That makes people especially children follow that film and do the violent too. A child that does not understand if the violence action on the film is not true become people who do the act at the film. It also makes the people with violence character when they face people in society. That can make the children mental become worse.

The third effect is give people broader windows on the world. That is a positive effect from the television. We can see what the greatest news on the world from television than make us know how the characteristic from the people around the world also their culture. That effect not only for the adult but also for the children. They can look the animals that they can not see on their country and also they can look the nature of the other country. They can know much about their country and the other country. The nature that the children see can stimulate their brain to remember what kind of the animals. It can be happen because when the people see a thing they can remember fast than if they just listen from the other people.

The last effect is reducing stress. A long day people face the different condition from their activity. It can make them feel so stress. People who stress did not want to do something hard. They will seek the things that can entertain them. Television usually becomes a thing to entertain them from the stress. The reason is because television very near with them and does not need too much energy to reach.

Television is just a tool that design to entertain and make people know about the news on the word. The effect that television show is can be positive and also negative. That is depending on the people that see, how the people can solve the effect that show from television.

Source : www.mylot.com. 28 June 2008. 11.00.

By : Rinda Permata Sari

Advertising X – 2B


Sosiologi - Bentuk - Bentuk Akomodasi

Bentuk- bentuk akomodasi :

  1. Coercion

Coeration merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana terjadi karena adanya paksaan dari pihak yang dominan atau yang berkuasa terhadap pihak yang minoritas atau yang lemah, yang dalam pelaksanaannya dapat terjadi baik secara fisik (langsung) maupun secara psikologis (tidak langsung).

Contoh : perbudakan yang terjadi di benua Amerika yang dilakukan oleh orang- orang kulit putih terhadap orang- orang kulit hitam yang ada di sana karena orang- orang kulit putih diyakini memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang- orang yang berkulit hitam.

  1. Compromise

Compromise merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana pihak- pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Selain itu, compromise dapat dilaksanakan apabila salah satu pihak bersedia untuk memahami dan merasakan kedaan dari pihak yang lainnya dan sebaliknya.

Contoh : korban penggusuran bangunan liar yang terjadi di Jakarta dengan pihak pemerintah daerah setempat di mana pihak dpemerintah setempat ingin menertibkan kota Jakarta dari bangunan- bangunan liar yang merusak keindahan kota Jakarta. Oleh karena hal tersebut maka pihak pemerintah daerah tersebut memberikan ganti atas bangunan- bangunan yang digusur demikian pula dengan para korban penggusuran yang bersedia pindah dari tempat mereka yang semula dan mulai membangun tempat tinggal di daerah lain.

  1. Arbitration

Arbitration merupakan salah satu cara untuk mencapai compromise apabila pihak- pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri, yaitu dengan dipilihnya pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau suatu lembaga yang lebih tinggi kedudukannya dari pada pihak- pihak yang bertentangan tersebut dalam mengambil keputusan.

Contoh : perselisihan yang terjadi antara Belanda dan Indonesia dalam memperebutkan Irian Jaya pada waktu yang lalu. Kedua belah pihak tidak dapat mencapai compromise, maka dipilihlah salah satu badan dari PBB yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pemerintahan Belanda dan Indonesia sebagai penengah yang mengambil keputusan.

  1. Mediation

Mediation merupakan suatu bentuk dari akomodasi yang menyerupai arbitration dimana dalam proses ini memerlukan pihak ketiga sebagai penengah yang bertugas untuk mengusahakan perdamaian di antara kedua belah pihak yang berselisih tetapi pihak ketiga tersebut hanya bertindak sebagai penengah dan tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan karena keputusan yang ada tetap berada di tangan pihak yang berselisih.

Contoh : Badan Penasihat Hukum yang ada di Indonesia, dalam pelaksanaannya sebagai sebuah lembaga yang hanya bertugas untuk menasihati atas segala perselisihan- perselisihan yang terjadi di Indonesia namun lembaga ini tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan dalam setiap perselisihan tersebut.

  1. Conciliation

Conciliation merupakan suatu bentuk dari akomodasi dengan mengusahakan segala sesuatu untuk mempertemukan keinginan- keinginan dari pihak- pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.

Contoh : dibentuknya suatu badan yang menjadi wadah dari setiap agama yang ada di Indonesia dalam upaya menangani keinginan- keinginan yang ada di setiap agama dan menyelesaikan konflik agama yang terjadi namun terdapat dalam suatu naungan Departmen Agama

  1. Toleration

Toleration merupakan suatu bentuk dari akomodasi yang terjadi tanpa adanya persetujuan yang formal yang timbul secara tidak sadar dan tanpa dirncanakan karena watak dari setiap orang- perorangan atau kelompok- kelompok masyarakat yang ada.

Contoh : Apabila seseorang yang baru berada di sebuah lingkungan sosial yang asing selama satu hari dengan tidak mengetahui aturan- aturan maupun kebiasaan- kebiasaan yang ada di daerah asing tersebut. Maka, secara tidak sadar orang- orang yang berada di lingkungan tersebuat akan mentoleransi setiap kesalahan- kesalahan yang dilakukan oleh orang baru tersebut.

  1. Stalemate

Stalemate merupakan sebuah bentuk dari akomodasi di mana pihak- pihak yang bertentangan karena memiliki kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya yang disebabkan oleh ketidakmungkinan yang terjadi untuk maju atau mundur.

Contoh : perang yang terjadi antara Israeldan Irak yang tidak memiliki titik temu dan juga sama- sama memiliki kekuatan yang sama diantara kedua belah pihak tersebut sehingga mengakibatkan ketidakmungkinan untuk mundur maupun terus maju yang berdampak pada sulitnya mencari inti dari segala perselisihan yang ada.

  1. Adjudication

Adjudication merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana penyelesaian suatu perkara atau sengketa di pengadilan.

Contoh : perkara yang terjadi antara seorang penyanyi, Andien dengan mantan managernya, Andhika, dalam hal penggelapan uang selama menjadi managernya yang harus diselesaikan di pengadilan karena tidak ditemukannya itikad baik dari pihak Andhika untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara kekeluargaan dan secara baik- baik.

Psycology - Komunikasi Antar Budaya

Pentingnya Komunikasi Antarbudaya

Pada saat sekarang ini, komunikasi antarbudaya menjadi sangat penting. Adapun beberapa factor yang menyebabkan pentingnya komunikasi antarbudaya, yaitu:

· Mobilitas

Perjalanan seseorang dari suatu negara atau benua ke negara atau benua lain menyebabkan menyebabkan mobilitas masyarakat di dunia mencapai puncaknya sehingga hal yang semula adalah hubungan antarpribadi menjadi hubungan antarbudaya. Hal ini tejadi karena pada saat seseorang mengunjungi suatu daerah baru maka secara otomatis orang tersebut akan mengenal budaya baru dan orang- orang yang berbeda seta mencari peluang ekonomis yang ada.

· Saling kebergantungan ekonomi

Pada saat sekarang ini banyak sekali negara secara ekonomis bergantung pada negara lain, seperti negara Cina yang semula hanya bergantung pada negara- negara disekitarnya mulai tergantung pada negara Eropa yang memiliki kebudayaan yang sama sekali berbeda dengan kebudayaannya. Kehidupan ekonomis suatu negara yang ada saat sekarang ini sangat bergantung pada kemampuan negara tersebut untuk berkomunikasi dengan negara lain sekalipun memiliki kebudayaan yang jauh berbeda.

· Teknologi komunikasi

Peningkatan secara pesat teknologi komunikasi pada saat sekarang ini membuat komunikasi antarbudaya menjadi lebih mudah, praktis, dan juga tidak dapat dihindarkan. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya film- film televisi dari luar yang berasal dari luar negeri sehingga kita dapat mengetahui budaya- budaya yang ada di negara tersebut serta riwayat dari sejarah suatu negara. Demikian juga dengan berita- berita mengenai suatu negara yang dapat disaksikan oleh negara lain. Namun, tidak jarang pula kita melihat berita mengenai ketegangan rasial, pertentangan agama, diskriminasi seks, dan berbagai masalah yang ada yang disebabkan oleh kegagalan dari komunikasi antarbudaya.

· Pola imigrasi

Di setiap kota- kota besar terdapat banyak sekali orang- orang yang berasal dari berbagai negara yang berbeda. Dalam kehidupan sehari- hari kita sering sekali bergaul dan berkomunikasi dengan mereka. Maka, pengalaman dari pergaulan kita tersebut menjadi semakin antarbudaya.

· Kesejahteraan politik

Kesejahteraan politik yang ada di suatu negara sangat bergantung pada kesejahteraan politik kultur atau negara lain. Maka, kekacauan yang terjadi di belahan dunia lain akan sangat mempengaruhi keamanan negara lain. Dari hal tersebut, kita dapat melihat betapa pentingnya komunikasi dan rasa saling pengertian antarbudaya pada saat sekarang ini dibandingkan dengan sebelumnya.

Kesukaran Memahiri Komunikasi Antarbudaya

Komunikasi antarbudaya merupakan suatu bidang yang sulit untuk dipelajari dan juga diriset apalagi untuk dimahiri. Ada dua hal yang mengidentifikasikan kesulitan utama dalam memahiri komunikasi antarbudaya sebagai suatu cara untuk mengilustrasikan lebih jauh mengenai kekhasan dari komunikasi antarbudaya, yaitu:

· Etnosentrisme

Salah satu kesulitan yang kita miliki adalah kita sering kali mengukur kebudayaan lain yang ada dengan kacamata kultur yang kita miliki. Etnosentrisme yang merupakan kecenderungan untuk mengevaluasi nilai, kepercayaan, dan perilaku dalam kultur sendiri lebih baik, lebih logis, dan lebih wajar dibandingkan dengan kultur lain sangat erat hubungannya dengan seksisme dan heteroseksisme yang menyebabkan hambatan dalam pemahanan antar budaya menjadi sulit diperkirakan.

· Kesadaran (mindfulness) dan ketidak-sadaran (mindlessness)

Pada keadaan sadar (mindfulness) seseorang akan bertindak secara wajar seperti yang dilakukan oleh banyak orang, tetapi pada keadaan tidak sadar (mindlessness) seseorang akan cenderung tidak wajar dan sering kali berasumsi yang tidak layak secara intelektual. Misalnya seseorang yang mengetahui bahwa ada orang yang menderita HIV/ AIDS yang tidak akan menularkan penyakitnya jika hanya bersentuhan, namun seseorang yang dalam ketidaksadarannya akan menghindari orang- orang yang menderita HIV/ AIDS tersebut.

Hakikat Komunikasi Antarbudaya

Kita dapat mendefinisikan kultur sebagai gaya hidup yang relatif khusus dari suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari nilai-nilai, kepercayaan, artifak, cara berperilaku, serta cara berkomunikasi yang ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Termasuk dalam kultur ini adalah segala hal yang dihasilkan dan dikembangkan oleh anggota kelompok itu seperti bahasa, cara berfikir, seni, undang-undang, dan agama mereka.

Enkulturasi mengacu pada proses dengan dimana kultur ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. orangtua, kelompok teman sekolah, lembaga keagamaan dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru uatama dibidang kultur.

Akulturasi mengacu pada proses di mana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Contoh, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini.

Komunikasi antarbudaya mengacu pada komunikasi antara orang-orang dari kultur yang berbeda-beda dan antara orang-orang yang memiliki kepercayaan, nilai, atau cara berperilaku kultural yang berbeda pula.

Komunikasi antarbudaya telah menjadi semakin penting karena meningkatnya mobilitas orang di seluruh dunia, saling kebergantungan ekonomi di antara banyak Negara, kemajuan teknologi komunikasi, perubahan pola imigrasi, dan politik membutuhkan pemahaman atas kultur-kultur yang berbeda.


Subkultur ini seringkali mengembangkan sistem konunikasi mereka sendiri untuk meningkatkan efisiesi komunikasi, untuk memungkinkan para anggota saling mengenal satu sama lain, untuk menjamin kerahasiaan komunikasi, dan untuk menciptakan kesan tertentu atau membuat bingung orang lain. Kita mempelajari subkultur dan subbahasa sebagai cara untuk lebih memahami suatu bahasa tertentu. Komunikasi anatara kaum heteroseks dan homoseks, anatara dua orang yang berlainan agama, antara orang Indonesia dan orang Amerika, bahkan antara orang yang berbeda jenis kelamin.

Bentuk-bentuk Komunikasi Antarbudaya

Komunikasi antarbudaya secara luas untuk mencakup semua bentuk komunikasi di antara orang-orang yang berasal dari kelompok yang berbeda selain juga secara lebih sempit yang mencakup bidang komunikasi antara kultur yang berbeda. Model kumunikasi antarbudaya mencakup semua hal berikut:

  1. Komunikasi antarbudaya
  2. Komunikasi antar ras yang berbeda
  3. Komunikasi antara kelompok etnis yang berbeda
  4. Komunikasi antara kelompok agama yang berbeda
  5. Komunikasi antara bangsa yang berbeda
  6. Komunikasi antara subkultur yang berbeda
  7. Komunikasi anatara suatu subkultur dan kultur yang dominan
  8. Komunikasi antara jenis kelamin yang berbeda

Cara kita berkomunikasi sebagian besar dipengaruhi kultur, orang-orang dari kultur yang berbeda akan berkomunikasi secara berbeda. Kita perlu menaruh perhatian khusus untuk menjaga jangan sampai perbedaan kultur menghambat interaksi yang bermakna, melainkan justru menjadi sumber untuk memperkaya pengalaman komunikasi kita. Jika kita ingin berkomunikasi secara efektif, kita perlu memahami dan menghargai perbedaan-perbedaan ini. Kita juga perlu memahami penghambat-penghambat yang lazim serta prinsip-prinsip efektivitas untuk komunikasi di antara kultur yang berbeda.

Pengamatan Horace Miner pada tahun 1956 mengenai Kultur Nacirema

Kultur Nacirema ditandai oleh ekonomi pasar yang sangat maju yang berkembang di lingkungan alam yang kaya. Meskipun sebagian besar waktu masyarakat digunakan untuk kepentingan ekonomi, sebagian besar hasil kegiatan ini sebagian hasil kegiatan ini dan waktu dalam sehari dihabiskan untuk kegiatan ritual. Fokus kegiatan ini adalah tubuh manusia; penampilan dan kesehatan tubuh tampaknya merupakan masalah yang dominan dalam etos masyararakat ini. Meskipun masalah ini bukan hal yang aneh, aspek seremonial dan filosofi yang mendasarinya memang unik.

Kepercayaan yang mendasari keseluruhan sistem ini adalah bahwa tubuh manusia pada dasarnya jelek dan cenderung lemah serta mudah terserang penyakit. Terpenjara dalam tubuh seperti itu, satu-satunya harapan manusia adalah menghindari karakteristik ini dengan menjalani ritual dan seremoni yang dianggap manjur. Setiap keluarga memiliki satu atau lebih kamar suci yang disediakan untuk kepentingan ini. Orang yang lebih kaya mempunyai beberapa kamar suci di rumahnya, dan memang kekayaan suatu keluarga seringkali diukur dari jumlah kamar suci yang mereka miliki. Kebanyakan rumah dibangun dengan konstruksi anyaman kayu, tetapi kamar suci keluarga kaya dilapisi dengan dinding batu. Keluarga yang lebih miskin meniru keluarga kaya dengan melapisi dinding kamar sucinya dengan tanah liat.

Meskipun setiap keluarga memiliki sedikitnya satu kamar suci, uoacara ritual yang dilakukan bukanlah merupakan upacara atau seremoni keluarga, melainkan bersifat pribadi dan rahasia. Ritual ini biasanya hanya dibicarakan dengan anak-anak, dan hanya selama masa mereka diperkenalkan dengan misteri ini.

Prinsip-Prinsip Komunikasi Antarbudaya

Ø Relativitas Bahasa

Bahasa mempengaruhi pemikiran dan perilaku. Bahasa-bahsa di dunia sangat berbeda-beda dalam hal karakteristik semantic dan strukturnya. Orang yang menggunakan bahasa yang berbeda juga akan berbeda dalam cara mereka memandang dan berpikir tentang dunia.

Hipotesis yang telah dimodifikasi tampaknya lebih banyak mendapatkan dukungan: bahasa yang kita gunakan membanti menstrukturkan apa yang kita lihat dan bagaimana kita melihatnya. Sebagai akibatnya, orang yang menggunakan bahasa yang berbeda akan melihat dunia secara berbeda pula. Penutur Eskimo yang mempunyai banyak istilah untuk salju, mungkin melihat nuansa-nuansa mengenai salju yang barangkali lepas dari perhatian seorang penutur asli bahasa Inggris.

Jika komunikasi berhenti disini, maka perbedaan bahasa akan membuat komunikasi antarbudaya yang efektif tidak mungkin terjadi. Dalam percakapan, misalnya, kita menjelaskan diri kita, mengajukan pertanyaan, dan minta umpan balik (“Apakah keterangan saya jelas?” “Apakah anda mengerti apa yang saya maksud dengan….?”). Usaha-usaha ini dengan cepat menghapus perbedaan-perbedaan yang ada diantara kebanyakan bahasa. Perbedaan bahasa tidak mengakibatkan perbedaan penting dalam persepsi, berbicara secara spesifik, dan mencari umpan balik.

Teknik mendengarkan secara aktif dan pengecekan persepsi membantu anda untuk memeriksa ketepatan persepsi anda. Teknik ini juga memberikan kesempatan bagi anda untuk memperbaiki atau menyempurnakan persepsi-persepsi yang mungkin keliru. Dengan bersikap spesifik anda dapat mengurangi kemungkinan salah paham.

Mencari umpan balik kemungkinan anda memperbaiki setiap kemungkinan kesalah-mengertian dengan segera. Carilah umpan balik baik bila anda ingin mengetahui apakah uraian anda jelas (“Apakah ini diterima?” “Apakah anda sudah tau dimana harus meletakkan alat ini?”). Bila anda ingin mengetahui apakah anda sudah benar-benar memahami apa yang dikatakan orang lain (“Yang kamu maksud, kamu tidak akan pernah berbicara dengan mereka lagi? Apakah kamu sungguh-sungguh?”).

Ø Bahasa Sebagai Cermin Budaya

Bahasa mencerminkan budaya. Makin besar perbedaan budaya, makin besar perbedaan komunikasi baik dalam bahasa maupun dalam isyarat-isyarat nonverbal.

Makin besar perbedaam antar budaya, makin sulit komunikasi dilakukan. Kesulitan ini dapat mengakibatkan lebih banyak kesalahan komunikasi, lebih banyak kesalahan kalimat, lebih besar kemungkinan salah paham, makin banyak salah persepsi, dan makin banyak potong kompas.

Kita perlu sangat peka terhadap hambatan-hambatan yang menghalangi komunikasi antarbudaya yang bermakna.

Ø Mengurangi Ketidakpatian

Makin besar perbedaan antarbudaya, makin besarlah ketidakpastian dan ambiguitas dalam komunikasi. Semua hubungan mengandung ketidakpastian. Banyak dari komunikasi kita berusaha mengurangi ketidakpastian ini sehingga kita dapat lebih baik menguraikan, mempredikisi, dan menjelaskan perilaku orang lain. Karena ketidakpstian dan ambiguitas yang lebig besar ini, diperlukan lebih banyak waktu dan upaya untuk mengurangi ketidakpastian dan untuk berkomunikasi secara lebih bermakna.

Ø Kesadaran Diri dan Perbedaan Antarbudaya

Makin besar perbedaan antarbudaya, makin besarlah kesadaran diri (mindfulness) para partisipan selama komunikasi. Ini mempunyai konsekuensi positif dan negative. Positifnya, kesadaran diri ini barangkali membuat kita lebih waspada. Ini mencegah kita mengatakan hal-hal yang mungkin terasa tidak peka atau tidak patut. Negatifnya, ini membuat kita terlalu berhati-hati, tidak spontan, dan kurang percaya diri.

Ø Interaksi Awal dan Perbedaan Antarbudaya

Perbedaa antarbudaya terutama penting dalam interaksi awal dan secara berangsur berkurang tingkat kepentingannya ketika hubungan menjasi lebih akrab.

Walaupun kita selalu menghadapi kemungkinan salah persepsi dan salah menilai orang lain, kemungkinan ini khususnya besar dalam situasi komunikasi antarbudaya. Karenanya, cobalah menghindari kecenderungan alamiah anda untuk menlai orang lain secara tergesa-gesa dan permanent. Penilaian yang dilakukan secara dini biasanya didasarkan pada informasi yang sangat terbatas. Karena itu kita perlu lebih fleksibel untuk memperbaiki pendapat yang kita buat berdasarkan informasi yang sangat terbatas itu. Prasangka dan bias bila dipadukan dengan ketidakpastian yang tinggi pasti akan menghasilkan penilaian yang nantinya perlu kita perbaiki.

Ø Memaksimalkan Hasil Interaksi

Dalam komunikasi antarbudaya, seperti dalam komunikasi, kita berusaha memaksimalkan hasil interaksi. Kita berusaha keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya minimum.

Tiga konsekuensi yang mengisyaratkan implikasi yang penting bagi komunikasi antar budaya.

Pertama, orang akan berinteraksi dengan orang lain yang mereka perkirakan akan memberikan hasil positif. Karena komunikasi antarbudaya itu sulit, anda mungkin menghindarinya. Dengan demikian, misalnya, anda akan memilih berbicara dengan rekan sekelas yang banyak kemiripan dengan anda ketimbang orang sangat berbeda.

Kedua, bila kita mendapatkan hasil yang positif, kita terus melibatkan diri dalam komunikasi dan meningkatkan komunikasi kita. Bila kita memperoleh hasil negative, kita mulai menarik diri dan mengurangi komunikasi. Implikasinya : Jangan cepat menyerah!

Ketiga, kita membuat prediksi tentang mana perilaku kita yang akan memberikan hasil positif. Dalam komunikasi anda, anda mencoba memprediksi hasil dari, misalnya, pilihan topic, posisi yang anda ambil, perilaku nonverbal yang anda tunjukan, banyaknya pembicaraan yang anda lakukan dibandingkan dengan tindakan mendengarkan, dan sebagainya. Anda kemudian melakukan apa yang menurut anda akan memberikan hasil negatif.

Hambatan-hambatan komunikasi budaya

· Mengabaikan perbedaan antara anda dan kelompok yang secara cultural berbeda

Hambatan yang paling lazim adalah bilamana anda menganggap bahwa yang ada hanya kesamaan bukan perbedaan. Kita dapat dengan mudah menerima perbedaan gaya rambut, cara berpakaian, dan makanan. Tetapi dalam hal nilai-nilai dan kepercayaan dasar, kita menganggap bahwa pada dasarnya manusia itu sama.

· Mengabaikan perbedaan antara kelompok kultural yang berbeda

Dalam setiap kelompok kulturak terdapat perbedaan yang besar dan penting. Seperti misalnya orang Amerika tidak sama satu sama lainnya. Bila kita mengabaikan perbedaan ini kita terjebak dalam stereotype, yaitu dimana kita mengasumsikan bahwa semua orang yang menjadi anggota kelompok yang sama (dalam hal ini bangsa atau ras) adalah sama. Sadarilah bahwa dalam setiap kultur terdapat banyak subkultur yang jauh berbeda satu sama lain dan berbeda pula dari kultur mayoritasnya.

· Mengabaikan perbedaan dalam makna

Makna kata tidak terletak pada kata-kata yang digunakan melainkan pada orang yang menggunakan kata tersebut. Misalnya perbedaan makna kata agama pada pemuka agama dan bagi seorang atheis. Meskipun kata yang digunakan sama, makna konotatifnya akan sangat berbeda bergantung pada definisi cultural pendengar. Pada pesan non verbal, kemungkinan perbedaan tampaknya bahkan lebih besar lagi. Bagi orang Amerika, mengangkat dua jari sehingga membentuk tanda V mengisyaratkan kemenangan, tetapi bagi orang Amerika Selatan tertentu, ini merupakan isyarat cabul.

· Melanggar adat kebiasaan kultur

Setiap kultur mempunyai aturan komunikasi sendiri-sendiri. Aturan ini menetapkan mana yang patut dan mana yang tidak patut. Pada beberapa kultur, orang menunjukan rasa hormat dengan menghindari kontak mata langsung dengan lawan bicaranya. Dalam kultur lain penghindaran kontak mata seperti ini dianggap mengisyaratkan ketiadaan minat.

· Menilai perbedaan secara negatif

Meskipun anda menyadari adanya perbedaan di antara kultur-kultur, anda tetap tidak boleh menilai perbedaan ini sebagai hal yang negative.

· Kejutan budaya

Kejutan budaya mengacu pada reaksi psikologis yang dialami seseorang karena berada di tengah suatu kultur yang sangat berbeda dengan kulturnya sendiri. Sebagian dari kejutan ini timbul karena perasaan terasing, menonjol, dan berbeda dari yang lain.

Tahap-tahap kejutan budaya menurut Kalervo Oberg (1960):

1. Masa bulan madu

Masa ini pada mulanya terasa ada pesona, kegembiraan, dengan kultur yang baru dan masyarakatnya. Banyak turis yang tetap berada pada tahap ini karena masa tinggal mereka di suatu Negara asing sangat singkat.

2. Krisis

Di tahap ini perbedaan kultur dengan kultur yang baru menimbulkan masalah. Ini adalah tahap pada mana kita mengalami kejutan budaya baru yang sebenarnya.

3. Pemulihan

Selama periode ini anda memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk bertindak efektif. Perasaan tidak puas anda mulai meluntur.

4. Penyesuaian

Pada tahap akhir ini, anda menyesuaikan diri dan memasuki kultur baru serta mendapatkan pengalaman baru.

Pintu masuk budaya asing

· Memanfaatkan prinsip-prinsip interaksi antarpribadi yang efektif

Karakteristik interaksi antarpribadi yang efektif yang diturunkan dari model humanistic dan yang diturunkan dari model pragmatic. Kesepuluh karakteristik ini khususnya penting dalam komunikasi antarbudaya dan dapat bermanfaat dalam konteks cultural. Tidak semua perilaku verbal dan nonverbal mempunyai makna yang sama dalam semua kultur.

· Keterbukaan

Bersikap terbuka terhadap perbedaan yang ada, terutama perbedaan nilai, kepercayaan, sikap, dan perilaku.

· Empati

Tempatkanlah diri anda pada posisi nlawan bicara yang berasal dari kultur yang berbeda. Coba melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

· Sikap mendukung

Deskriptif, jangan evaluatif, spontan, jangan strategic, provisional, jangan memastikan.

· Sikap positif

Komunikasikan sikap positif, khususnya penting dalam situasi antarbudaya karena begitu banyak hal yang tidak dikenal atau diketahui.

· Kesetaraan

Warganegara dari Negara-begara industri maju mempunyai reputasi sebagi orang yang merasa diri lebih unggul. Hilangkanlah reputasi ini dengan selalu bersikap bahwa kita berkomunikasi dengan pihak yang setara.

· Percaya diri

Satu keterampilan penting dalam komunikasi natarbudaya adlaah mentoleransi ambiguitas, tetap percaya diri dan tenang dalam setiap situasi yang belum pernah anda alami.

· Kedekatan

Kedekatan menyatukan orang dan menbantu mengatasi perbedaan.

· Manajemen interaksi

Bersikaplah sensitive terhadap perbedaan dalam cara mengambil alih pmbicaraan.

· Daya ekspresi

Bila perbedaan cukup besar, beberapa orang tidak merasa nyaman dan tidak yakin akan diri mereka sendiri. Biarkan lawan bicara anda tahu bahwa anda menikmati interaksi ini. Tersenyumlah.

· Berorientasi kepada pihak lain

Setiap orang mempunyai andil dalam interaksi, jangan memonopoli pembicaraan dengan hanya membicarakan diri sendiri, memilihkan topic pembicaraan, dan hanya membicarakan pengalaman anda